Gue lagi nongkrong dulu nih, gak bisa langsung lari.sebelum sampai lifespa gue mampir makan.sambil nunggu makanan di perut gue turun, gue baca2 jakarta expat edisi lama.
Headline nya tntang kslamatan transportasi khususnya transportasi udara.penulisnya menyinggung bisnis transportasi udara yang kadang ga fair dlm memuat figure tentang sbrapa aman tingkat pjalanan dgn udara.intiya,perhaps true for having only one accident for every 446,429 flights bringing us into the conclusion on how safe this transportation is.tapi kalau dihitung, let say, jumlah korban dalam suatu jangka waktu tertentu, its not that significantly different to other transports, considering jumlah korban yang bisa tjadi dalam satu kali kecelakaan.
Well,namanya majalah ekspat di jakarta,tentu topik utama yang sebenarnya ingin diangkat adalah transportasi di jalanan ibu kota yang masih sangat membahayakan.
Gue jadi inget dua crita.pertama crita daari dosen apa temen gue gitu, gue lupa.di jerman,katanya,orang gak akan mengklakson mbol didepannya kalau mobil itu gak bener2 terlihat sengaja menghalangi jalan.orang akan. malah akan keluar dan menawarkan bantuan.orang juga akan segera menghentikan kendaraannya begitu tau kalau ada orang lain sedang berdiri di ujung zebra cross.
Yang kedua adalah pengalaman gue sendiri.tahun 2008 nan gitu gue pernah tinggal di daerah gambir dan gue emang sering jalan ke stasiun.guess what?sering banget gue dibikin kesel sama motor2 yang dengan brutal maik ke trotoar.
Dulu gue percaya kalau budaya masyarakat barat itu individualis.tapi setelah mengalami sendiri, dan gak sengaja baca artikel itu,gue pikir kitalah masyarakat yg indvidualis karena menurut gue semua cerita di atas itu didasari how we respect others and ourselves.kalau kita menghargai orang lain,let say pejalan kaki yg sangat membutuhkan trotoar,kita ga pernah akan merasa ga sabar dan harus break the barrier untuk sampai ke tempat tujuan dengan menaikkan motor ke trotoar.
Gue jadi inget dulu di soroako,mobil gak banyak,tapi orang2nya sangat santun dlm berkendara.once gue ada di perempatan,mobil yg datang dari arah kiri gue langsung berhenti,padahal itu jaraknya sama mobil gue masih lumayan jauh.kalau di jakarta,itu mobil masih bisa nyerobot motong jalur gue deh pokonya.what a culture.and yes,itu adalah area tambang nikel sebuah perushaan AS.
I think there’s something should be fixed.dan gue harus mulai olahraganya skrg krn habis ini berencana main ke gading nonton temen gue manggung.
Life, bring me to presidency!hahaha