Arsip untuk Juni, 2007

Fund Raising Project

Posted: 17 Juni 2007 in Uncategorized

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan nikmat dan petunjuk-Nya kepada kita semua. Aamiin.

Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Budi Kurniawan Supangat. Saya adalah mahasiswa tingkat 3 Jurusan Hubungan Internasional (HI), Universitas Padjadjaran.

Dengan ini saya ingin mengabarkan bahwa kondisi kegiatan mahasiswa di lingkungan Jurusan HI makin hari makin berkembang, baik dari segi jumlah maupun variasinya. Beberapa di antaranya adalah kelompok studi Timur Tengah yang bernama Community for Middle East Studies (Comformeast) di bawah bimbingan Bapak Hikmawan Saefullah (HI ’99), kelompok penutur bahasa Perancis (Communauté Francophone) di bawah asuhan Ibu Viani Puspita Sari (HI ’97), dan klub Bahasa Inggris yang bernama International Relations in English (IRISH) (saat ini klub sedang vacuum). Selain itu, kegiatan yang berupa program departemen-departemen HIMA pun semakin berkembang. Departemen kajian misalnya, hampir setiap minggu menyelenggarakan diskusi untuk mahasiswa HI dengan beragam media, seperti film ataupun komik. Dengan tema-tema yang segar dan pemakalah yang berasal dari kalangan mahasiswa sendiri dan terkadang disertai dosen sebagai nara sumber, program diskusi Departemen Kajian insya Allah akan memberikan lebih banyak manfaat di masa mendatang. Semua kegiatan mahasiswa itu juga diramaikan dengan beragam program pelatihan yang diselenggarakan oleh HIMA.

Nampaknya karakter mahasiswa yang aktif dan ingin terus berkontribusi kepada pengembangan diri dan lingkungan yang diwariskan oleh kakak-kakak terdahulu telah melekat dalam diri mahasiswa HI saat ini. Sejalan dengan itu, saat ini saya dan beberapa teman sedang merintis dua kegiatan penting, pertama adalah mendirikan klub yang berbasis kesenian, yaitu klub angklung, dan sebuah gerakan solidaritas untuk bangsa Palestina. Meskipun tidak terdapat hubungan di antara keduanya, namun bukan berarti keduanya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Di satu sisi klub angklung ditujukan untuk pengembangan kreativitas mahasiswa sendiri, di sisi lain gerakan solidaritas Palestina menjadi media perwujudan kepedulian mahasiswa kepada sesama dan nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk mendirikan sebuah klub angklung, tahap yang baru kami capai memang masih sangat jauh dari harapan. Masalah utama adalah dana penyedia angklung yang diperhitungkan mencapai 8 juta rupiah. Kami memulai usaha ini dengan sosialisasi kepada teman-teman dan mengumpulkan minat, yang ternyata besar, untuk menjadi sebuah gerakan guna mewujudkan klub ini. Penggalangan dana juga sudah dimulai dari kalangan mahasiswa sendiri. Saat ini baru 20 ribu rupiah yang berhasil kami kumpulkan. Memang masih sangat jauh, akan tetapi jika kegiatan pengumpulan dana dilakukan secara terus-menerus, didukung tanggapan mahasiswa sendiri yang ternyata sangat antusias, dan dengan wilayah sumber dana yang semakin luas, bukan tidak mungkin klub ini menjadi sebuah kenyataan. Selain sebagai sarana aktualisasi minat mahasiswa, klub ini sangat penting untuk membangun citra jurusan HI sendiri baik di lingkungan lokal, nasional, maupun internasional. Untuk itu, saya dan teman-teman mengajak kakak-kakak semua untuk turut berkontribusi terhadap pendirian klub ini. Saya yakin kepedulian kita semua terhadap kemajuan almamater akan berbuah tidak hanya bagi generasi saat ini namun juga generasi yang akan datang. Hal ini tentu akan membawa kebaikan yang terus mengalir. Untuk tenaga pengajar, kami sangat bersyukur karena Saudari Antartika (HI ’05) yang pernah ambil bagian dalam pertunjukkan angklung baik di dalam maupun luar negeri bersedia menjadi pengajar secara cuma-cuma.

Terkait dengan gerakan solidaritas Palestina yang baru saja kami gelorakan, kami memohon bantuan kepada kakak-kakak alumni semua baik moril maupun materil agar gerakan solidaritas ini terus berjalan dan dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina. Basis gerakan ini adalah kemanusiaan. Sudah banyak diberitakan, meski tidak melalui media-media besar, bahwa tindakan penyiksaan, penganiayaan, dan pembantaian para pria dan wanita baik muda maupun tua, termasuk juga anak-anak, telah mewarnai perjalanan 40 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina. Tujuan dari gerakan ini adalah menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya terutama kepada sesama mahasiswa tentang apa yang sebenarnya terjadi di Palestina. Ini berangkat dari satu di antara banyak kesimpulan yang dapat ditarik dari beberapa karya yang bercerita tentang Palestina, bahwa rakyat Palestina ingin dunia mengetahui apa yang sedang dan telah mereka alami. Untuk itu, gerakan awal sudah kami mulai dari mengajak teman-teman HI secara personal untuk bergabung dan memberikan kontribusi dalam bentuk apapun yang bisa diberikan. Salah satu teman kami telah bersedia meminjamkan secara cuma-cuma dua seri komik Palestina yang ditulis berdasarkan pengalaman langsung penulisnya, Joe Saco, untuk menjadi inventaris gerakan ini. Selain itu, para dosen seperti Ibu Egi Oktaviani, S.IP. (HI ’95), Ibu Viani Puspita Sari, S.IP., M. M. (HI ’97), dan Ibu Sendy Kristiani, S.IP. (HI ’99) juga sudah mulai terlibat dalam penggalangan dana. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk membeli buku-buku yang dapat memberikan gambaran detil tentang apa yang terjadi di Palestina, yang kemudian buku-buku tersebut dipinjamkan secara gratis kepada teman-teman mahasiswa. Tujuannya adalah menginformasikan kepada mereka yang belum tahu dan mendorong mereka yang sudah mengetahui untuk melakukan sesuatu. Dengan dukungan dari banyak pihak, kami yakin, meski kita jauh dari bumi Palestina yang sebenarnya, kita dapat menjadi bagian dari barisan orang-orang yang berusaha menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di muka bumi ini.

Semoga surat yang sederhana ini bisa merekatkan persaudaraan kita semua. Mohon maaf apabila surat ini menyita waktu. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga lain waktu kita bisa bersilaturahmi secara langsung. Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Budi Kurniawan Supangat

Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional

Universitas Padjadjaran

Bantuan finansial dapat disalurkan ke nomor rekening:

0023280661

a.n. Budi Kurniawan Supangat

BNI Cabang UNPAD Bandung

Mohon sertakan keterangan diri dan kegiatan yang ingin dibantu. Terima kasih.

A Letter for JBR

Posted: 3 Juni 2007 in Uncategorized

Ini surat “rekonsiliasi” yang saya sampaikan pada Ibu JBR. Kalau ada yang mau memberi masukan, silakan.

Women Are From Venus, Men Are From Mars:

Making More Communicative Discussion

 

In a peaceful afternoon, in a crowd of assignments, I stayed in my beloved library for searching materials. In a nice book titled “Preventive Diplomacy” I found an interesting article written by Rosario Green, “Women as Partners for Peace”. It was interesting since it successfully provided me with understandable explanation about gender-sensitive vision, a dialogue that I deadly miss from what we actually can do in our “getting warmer” discussion.

With beautiful song and loneliness as friends, I was getting deeper in diving into the book. Rosario Green has reminded me to the women in Palestine who lost their children and husbands. Yes, they have had unforgettable experience: a night, when it is supposed to be the time where people build their dreams for the coming day, changed to be a nightmare for them; Israeli troops crush their house and take away their beloved husbands or children.

I do believe that women can contribute in making better world. I do believe that men are not always true, as they are not always false in seeing the world. The article reminds me where people, no matter women or men, can cooperate in making better place for all.

Although the article discusses women empowerment, I could finely follow the channel of the story. It seems that prejudices have nothing to do with the article; some things that I often find in some feminist articles. What happened then is that, it talked to me in the way I talked to it.

I do hope that our discussion can be a part of our paths in finding truth as we, even in our own definition, deadly expect.

 

Jatinangor, 31 May 2007

 

New question appears:

If feminists are going to create a new construction which is more equal for women and men, why are men not involved in that creation, considering feminists’ argument that a better (constructed) knowledge for women is knowledge built based on women’s experience?

Aa Gym “di AS”

Posted: 3 Juni 2007 in Uncategorized

Barusan saya membaca blognya Mas Philip, dia cerita bahwa sekarang dia sedang mengerjakan tugasnya mengedit DVD untuk di-upload di database perustakaan tempat ia bekerja. Ternyata DVD itu adalah DVD ceramah Aa Gym yang beberapa pernah disiarkan di stasiun TV Indonesia. Kalay mau baca ceritanya, klik aja blognya di samping kanan (cari sendiri ya).

 Anyway, ternyata perpustakaan di universitas di Amerika sebegitu lengkapnya hingga ceramah Aa Gym pun masuk dalam daftar sumber penting yang harus disediakan. Saya jadi sedih lihat perpustakaan sendiri (gini2 librarian juga bo, di perpus HI. amatiran siy..he). Buat penyediaan buku aja kayaknya kurang perhatian dari pembesar jurusan, apalagi nyediain media lain? Tapi walau begitu, saya salut sama semangat teman2 penjaga perpus..tetap melayani meski harus sibuk kuliah juga.

NB: yang merasa tergerak untuk memajukan studi di HI Unpad dengan berkontribusi pada perpus, bisa hubungi saya.OK? (Soo In Lee bakal jawab, “OK”)