Arsip untuk Agustus, 2007

Lagi, Indonesia-Malaysia

Posted: 31 Agustus 2007 in Uncategorized

Akhir-akhir ini pemberitaan media masa kita sedang diramaikan kasus pemukulan seorang wasit karate berkewarganegaraan Indonesia oleh empat aparat kepolisian Diraja Malaysia. Meski tidak mengikuti benar, sempat terbesit dalam pikiran untuk menulis sedikit tentang kasus tersebut. Ini dia… 

Mengapa Pemerintah Malaysia Meminta Maaf

“Maaf” adalah sebuah ungkapan penyesalan atas sebuah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Ungkapan ini mampu mendekatkan kembali hubungan yang merenggang antara si pelaku dan penderita. Itulah yang nampaknya sedang diupayakan oleh pemerintah Malaysia terkait kasus pemukulan seorang wasit karate asal Indonesia beberapa waktu lalu oleh empat orang polisi Diraja Malaysia. Dalam hal ini, perlu dijelaskan mengapa pemerintah Malaysia dianggap bersalah dan karenanya harus mengeluarkan pernyataan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Tindakan pemukulan ini bukanlah pelanggaran hukum biasa sehingga penanganannya tidak hanya cukup dengan menyerahkan pada proses hukum yang berlaku. Dalam tata pergaulan internasional, perwakilan sebuah negara yang berada di negara lain dianggap sebagai seorang duta. Pada kasus ini, sang wasit adalah duta Indonesia yang sedang mengemban misi di sebuah perhelatan internasional. Berdasarkan prinsip kebiasaan (custom), seorang duta dari negara lain haruslah diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Prinsip ini telah mengakar semenjak masa sebelum terbentuknya negara-bangsa (nation-state), di mana seorang utusan dari sebuah kerajaan atau vassal tidak boleh ditawan, disiksa, ataupun dibunuh. Tindakan-tindakan tersebut akan dinilai sebagai sebuah penghinaan dan akan mendorong terjadinya konflik antara kedua kerajaan.

Hal yang menunjukkan tanggung jawab pemerintah Malaysia adalah karena tindak pemukulan itu dilakukan oleh aparat kepolisian Malaysia yang sedang bertugas di mana mereka merupakan perangkat negara dan karenanya merupakan representasi dari pemerintah. Permintaan maaf yang disampaikan pemerintah Malaysia kemarin tentu tidak akan merendahkan martabat mereka. Sebaliknya, hal itu akan menunjukkan bahwa di samping kemajuan ekonomi, negara jiran ini telah menunjukkan kebesaran jati diri bangsa timur.

Iklan