Arsip untuk Oktober, 2010

Stop the Desperation

Posted: 30 Oktober 2010 in Uncategorized

Terkadang kita tahu bahwa something is common enough for us, seperti, tidak ada yg menyukai kesengsaraan; SBY adalah presiden Indonesia yg dipilih melalui pemilu yg [relatively] demokratis; [di sini] berjalanlah di sebelah kiri dan menyaliplah dari sebelah kanan. Apa jadinya kalau hal-hal umum ini diungkapkan? Seperti pengharapan yg sudah diketahui namun tetap diucapkan?

Gue lagi membahas lagunya Bruno Mars, yang mengingatkan pada lagu “take me as I am.” Semua orang ingin dimengerti dan diterima. Bruno, gue, penghuni kamar sebelah kanan dan kiri gue, ibu kos yang dari Cilacap itu, termasuk the one keeping online and getting me through the night, semuanya bertindak, berkisah, berkilah, demi mendapatkan “tempat” (penerimaan) yang “bisa dimengerti” (pengertian). But to tell the world about what it has been familiar with? It is a desperation and I’m not supportive to it.

Kalau memang kita ingin orang tau bahwa kita mengharapkan sesuatu, kenapa harus mengatakannya secara verbal, kalau bahkan orang lain pun memiliki pengharapan yang sama? Terkadang kita terlalu ditakutkan oleh pengharapan. Ah, I beleive its not good. Kecuali, jika pengharapan itu bersifat spesifik, terkait dengan minat misalnya. Tiap orang bisa memiliki minat yang berbeda, dan thanks God for enabling us to create languages. Keyakinan gue, bahasa adalah produk kecerdasan manusia yang paling luar biasa. We can communicate with it. We can share our intention, our thoughts, our expectation with languages. Hidup jadi berlanjut karena kita terhubung satu sama lain oleh bahasa. Perhaps there will be not “googling” term if language doesn’t exist since Brin and Page can’t talk to each other. But then, let us posit this proportionally. Using verbal language to deliver something impersonal is bothering. So, Bruno, please create new song instead of yelling the desperate “just the way you are” for again and again.

Ruang Baru

Posted: 10 Oktober 2010 in Uncategorized

gambar dari sini

Beberapa hari lalu gue bikin akun blog baru di blogspot. Udah lama gak pake blog provider itu. Dulu gue pernah pake blogspot, tapi karena gak bebas kasih komen dan aturannya tambah ribet, gue tinggalin blog itu dan pindah ke wordpress. Pas sekarang pingin buat sesuatu yang baru, gue mulai melirik lagi blogspot. Ternyata sekarang lebih canggih tapi juga simple. Canggih, banyak fitur2 baru, simple, cara mengoperasikannya gampang.

Udah tiga tahunan ini gue hidup dengan cara pandang baru. Memporak-porandakan semuanya, mengacak2, bertanya2 sinis, just to find a feeling that I have to fixed them all. Harus beberes lagi. Menata ulang. Reconstruction [with a new construction] after deconstruction.

Blog baru itu belum gue isi. Baru kata2 pembuka. Sekapur sirih. Prakata. Preface. Basa-basi. Pengennya gue bakal isi dengan tulisan2 yang lebih teratur tapi tetep reflektif.

Ah, ruang baru. hijrah. From one thing to other thing. Move. New. Existence. Alive. Sempet kepikir buat bikin kata2 perpisahan di blog ini, bahwa definitely gue gak akan lanjut nulis di sini. Tapi, untuk sekarang lebih baik kalau gue tetep memelihara blog ini. Total gue punya tiga blog sekarang..

Ruang baru. a white flag.